"Semua orang sudah muak dengan aplikasi kencan" itu klise. Ini data di baliknya — termasuk bagian-bagian yang membuat ceritanya lebih rumit.
Angka-angka utama soal lelah aplikasi kencan
| Temuan | Angka | Sumber |
|---|---|---|
| Pengguna aplikasi kencan di AS yang merasa burnout setidaknya kadang-kadang | 78% (perempuan 80%, laki-laki 74%) | Forbes Health / OnePoll, 2024 |
| Rata-rata waktu di aplikasi kencan | 51 menit per hari | Forbes Health, 2024 |
| Pendapatan aplikasi kencan global, 2025 | ≈ $6 miliar, turun ~2% — penurunan tahunan pertama dalam sejarah | Business of Apps, 2026 |
| Pengguna di Inggris yang hilang dalam setahun: Tinder / Bumble / Hinge | 594 ribu / 368 ribu / 131 ribu | Ofcom, 2024 |
| Pelanggan berbayar Match Group, Q2 2026 | 13,3 juta, −6% dibanding tahun sebelumnya | Match Group |
| Pengguna berbayar Bumble Inc., Q2 2026 | 3,2 juta, −16% | Bumble |
| Pendapatan Hinge, Q2 2026 | +22% | Match Group |
| Pasangan heteroseksual di AS yang bertemu online (2017) | 39% — cara paling umum | Stanford / PNAS, 2019 |
| Orang dewasa berpasangan di AS yang bertemu lewat aplikasi atau situs kencan | 10% (20% di bawah usia 30) | Pew, 2023 |
| Lajang di AS yang memakai AI dalam urusan kencan | 26% (49% Gen Z) | Match & Kinsey, 2025 |
1. Burnout itu umum — dan dilaporkan sendiri
Survei Forbes Health 2024 menemukan 78% pengguna aplikasi kencan di AS merasa burnout setidaknya kadang-kadang, sambil menghabiskan rata-rata 51 menit per hari di aplikasi. Tapi "kadang-kadang" itu standar yang rendah, dan yang menjawab adalah pengguna aktif: banyak yang mengeluh tapi tetap swipe karena aplikasinya masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
2. Pasarnya benar-benar mulai menyusut
Bukti yang lebih kuat: pada 2025, pendapatan aplikasi kencan global turun untuk pertama kalinya, sekitar 2%, menjadi kira-kira $6 miliar. Di Inggris, Ofcom mencatat Tinder, Bumble, dan Hinge sama-sama kehilangan pengguna dalam satu tahun. Pada Q2 2026, pelanggan berbayar Match Group turun 6% dan Bumble turun 16%.
Momen paling simbolis: Thursday, aplikasi asal London, tutup pada Januari 2025 dengan alasan "minat konsumen yang menurun drastis" dan bertransformasi menjadi perusahaan penyelenggara acara.
3. Tapi tidak semua aplikasi menyusut
Pendapatan Hinge tumbuh 22% di Q2 2026 dan Feeld tumbuh 31% pada 2025. Orang belum menyerah pada aplikasi kencan — mereka beralih ke aplikasi yang terasa lebih serius dan terarah.
4. Online masih jadi cara kebanyakan pasangan bertemu
Studi Stanford How Couples Meet and Stay Together menemukan bahwa pada 2017, 39% pasangan heteroseksual di AS bertemu online, naik dari 22% pada 2009 — menyalip bertemu lewat teman. Lelah dengan prosesnya bukan berarti aplikasi berhenti berhasil.
5. Ke mana orang beralih
- Aplikasi yang merencanakan kencan — M, Breeze, Amata, Known. Breeze melaporkan kurang dari 1% yang tidak datang; Known mengatakan separuh kencan yang diusulkannya diterima (angka dari perusahaan).
- Acara di dalam aplikasi besar — 71% pengguna Tinder berusia 18–24 tahun yang memenuhi syarat di Los Angeles memakai tab Events barunya (angka dari Tinder).
- Klub lari — klub lari di Strava tumbuh 3,5× pada 2025.
- Makan malam dengan orang asing — Timeleft kini hadir di 200+ kota.
Apa yang bisa diambil dari sini
Yang bikin orang capek adalah siklus swipe-dan-chat — bukan kenalan dengan orang baru. Jawaban praktisnya bukan menghapus semua aplikasi; tapi mengurangi waktu di chat dan menambah waktu untuk mengatur pertemuan. Mulai dari aplikasi yang merencanakan kencan untukmu.
Sumber
- Forbes Health — Survei kelelahan aplikasi kencan (2024)
- Business of Apps — penurunan tahunan pertama pendapatan aplikasi kencan
- Ofcom — Tren kencan online di Inggris
- Match Group Q2 2026 (SEC 8-K)
- Bumble Q2 2026 (SEC 8-K)
- Rosenfeld, Thomas & Hausen (2019), PNAS
- Pew Research — Key findings about online dating
- Match & Kinsey — Singles in America 2025
- Global Dating Insights — Thursday menutup aplikasinya
- Strava — Year in Sport 2025
- TechCrunch — Tinder's IRL events expand




